tugas politik china

Dinasti SUI WEN TI (SUI WEN TI 541-604)

Yang Chien merupakan salah satu raja di China yang dinamakan Kaisar Sui Wen Ti yang duduk menjadi raja pada tahun 541-604. Sebelum Kaisar Sui Wen Ti duduk menjadi kaisar, keadaan China pasa saat itu adalah porak poranda dimana negeri satu dengan negeri yang lain saling bentrok dan menimbulkan peperangan.

Sebelum Yang Chien duduk menjadi kaisar, pada awalnya yang muncul adalah dinasti Chin yang dipimpin oleh kaisar Shih Huang Ti yang telah menyatukan Cina di abad ke-3 SM. Namun dinasti Chin hancur setelah Shih Huang Ti meninggal.

Setelah itu dinasti Chin diganti oleh dinasti Han yang memerintah seluruh Cina dari tahun 206 SM hingga 220 M. Sesudah jatuhnya dinasti Han, Cina masuk ke dalam rawa-rawa perpecahan dalam jangka waktu panjang. Hal ini disebabkan karena runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Setelah itu Yang Chien pun naik tahta dan bergelar Kaisar Sui Wen Ti. Sebelumnya Yang Chien yang lahir pada tahun 514 berasal dari sebuah famili yang berada, kompak, dan berwibawa di Cina Utara. Yang Chien pertama kali memperoleh posisi karier militer tatkala usianya baru empat belas tahun. Lalu karier Yang Chien melesat dengan cepatnya sebagai "abdi dalem" penguasa, kaisar belahan negeri sebelah utara dinasti Chou. Pekerjaan dia yang paling penting adalah melakukan pengawasan atas hampir seluruh Cina bagian utara. Pada tahun 573 puteri Yan Chien diperistri putera mahkota. tahun 578 Kaisar Chou pun meninggal dunia. Hal ini menimbulkan kegoncangan perebutan kekuasaan karena pada saat itu putera mahkota kurang punya kemantapan mental. Yan Chien akhirnya muncul sebagai pemenang. Tahun 581 pada saat Yan Chien berumur empat puluh tahun, Yan Chien diakui sebagai Kaisar China baru. Yan Chien tidak puas menjadi Kaisar untuk daerah Cina Utara sehingga Yan Chien melancarkan penyerbuan ke Cina bagian selatan pada tahun 588 dan sikses merebut China Bagian Selatan pada tahun 589.

Pada masa pemerintahannya, Sui Wen Ti membangun ibu kota baru yang cukup luas untuk pusat kekaisaran pemersatu itu. Sui Wen Ti membangun kanal raksasa yang menghubungkan dua sungai terbesar di Cina: Sungai Yangtse di Cina Tengah dengan Sungai Hwang Ho (atau Sungai Kuning) di bagian utara negeri. Kanal ini yang rampung selesai di masa pemerintahan puteranya berfungsi menolong penyatuan antara Cina bagian utara dan bagian selatan.

Selain itu dalam ilmu pemerintahan Sui Wen Ti melakukan perubahan dalam merekrut pegawai-pegawai pemerintah yaitu melalui ujian-ujian. sistem semacam ini membuat Cina memiliki pegawai-pegawai pemerintahan yang bermutu dan berkemampuan tinggi dan tak henti-hentinya mengisi orang-orang berbakat di kursi-kursi kantor pemerintah di seluruh negeri dan berasal dari segala tingkat sosial. Hal ini terjadi karena sebelumnya pengangkatan pegawai banyak ditentukan oleh faktor-faktor keturunan.

Perubahan ketiga yaitu Sui Wen Ti juga mewajibkan berlakunya apa yang disebut "aturan pencegahan" dimana isinya berupa ketentuan bahwa pegawai pemerintahan propinsi tidak boleh berasal dari propinsi di mana dia dilahirkan. Hal ini agar mencegah timbulnya kemungkinan-kemungkinan "favoritisme" dan usaha mencegah jangan sampai seseorang pejabat membangun dan memiliki pengaruh kekuasaan yang terlampau kuat. Untuk hal ini, Sui Wen Ti senantiasa punya kewaspadaan dan sikap cermat yang tinggi. Dia menghindari tindak serampangan dan tampaknya membarenginya dengan peringanan beban-beban pajak rakyat. Dan secara garis besar politik luar negerinya pun berhasil baik.

Kekurangan Sui Wen Ti adalah kepercayaan diri sendiri. Walaupun dia merupakan seorang penguasa berhasil dan kuat kedudukannya dan daya genggamnya meyakinkan sekali atas jutaan penduduk, dia tampaknya seperti ogah-ogahan kurang gairah dan melakukan sesuatunya karena terpaksa. Istrinya, wanita yang berkemampuan, meski kelihatannya punya potongan menguasai suami seakan suami itu berada di bawah selangkangannya, dia merupakan pembantu dan pendamping yang baik, begitu tatkala perjuangan mencapai jenjang kekuasaan maupun pada saat memerintah. Sui Wen Ti meninggal dunia tahun 604 pada umur tiga puluh tahun. Tersebar dugaan luas dia menjadi korban pembunuhan oleh putera nomor duanya (biji mata kesayangan sang permaisuri)

Naiknya putra nomor dua ini menyebabkan pecah pemberontakan melawannya. Dia terbunuh tahun 618 dan akibat kematiannya ini berakhirlah masa dinasti Sui.


Dinasti Sui runtuh dan digantikan oleh dinasti T’ang yang berkuasa antara tahun 618 sampai tahun 907. Raja-raja pada dinasti T’ang tetap mempertahankan dan meneruskan struktur pemerintahan seperti yang digariskan oleh dinasti Sui, dan di bawah pemerintahan dinasti T’ang, Cina tetap bersatu. (Masa dinasti T’ang terkenal dikarenakan kerap dianggap masa terjaya Cina, hal ini disebabkan oleh sebagian karena kekuatan angkatan bersenjatanya, tetapi lebih dari itu disebabkan karena berkembang pesatnya kesenian dan kesusasteraan).

Seberapa pentingkah tokoh Sui Wen Ti dalam pemerintahan di China? Untuk memberi kepastian terhadap pertanyaan itu, orang mesti mencoba membandingkannya dengan kerajaan Eropa yang jaya di saat Charlemagne. Ada persamaan yang nyata antara karier kedua orang itu: sekitar tiga abad sesudah runtuhnya kekaisaran Romawi, Charlemagne berhasil menyatukan kembali sebagian terbesar daerah Eropa; hal sama, sekitar tiga setengah abad sesudah runtuhnya dinasti Han, Sui Wen Ti berhasil menyatukan seluruh Cina. Charlemagne, tentu saja, jauh lebih kesohor di Eropa; tetapi tampaknya Sui Wen Ti lebih berpengaruh ketimbang Charlemagne. Pertama, dia berhasil menyatukan seluruh Cina, sedangkan banyak daerah-daerah penting di Eropa Barat (seperti Inggris, Spanyol dan Itali sebelah selatan tak pernah berhasil ditaklukkannya). Kedua, penyatuan yang digarap Sui Wen Ti langgeng, sedangkan kerajaan Charlemagne segera terpecah belah dan tak pernah berhasil menyatu kembali.

Ketiga, kemajuan kebudayaan dinasti T’ang diakibatkan –sedikitnya sebagian– dari kemajuan dan kemakmuran ekonomi yang ditimbulkan berkat penyatuan Cina secara politik. Sebaliknya, masa cerah yang berjangka pendek pada zamannya Charlemagne segera berakhir dengan matinya Charlemagne dan keberantakan kerajaannya. Akhirnya, lembaga ujian bagi pegawai-pegawai negeri yang digerakkan oleh Sui punya akibat jauh, mendalam, dan mendasar dibandingkan punya Charlemagne. Atas dasar kesemuanya ini-meskipun secara keseluruhan Eropa memainkan peranan lebih penting dalam sejarah dunia ketimbang Cina-toh Sui Wen Ti masih punya kelebihan dalam hal mempengaruhi jalannya sejarah daripada Charlemagne. Sesungguhnya, amat langka raja-raja, baik di Cina maupun di Eropa, punya pengaruh begitu langgeng seperti Sui Wen Ti.Dengan kemampuan Sui Wen Ti dalam menjalankan roda politiknya membuat Sui Wen Ti disegani di China. Pelopor dalam menyelenggarakan lembaga ujian bagi pegawai negeri sampai sekarang tetap dipergunakan di China memberi kesan bahwa Sui Wen Ti memang seorang kaisar yang pintar dan disegani walaupun namanya akhirnya rusak dikarenakan oleh tingkah laku anaknya.

Leave a Reply